Minggu, 22 Oktober 2017

Teori Aliran Behaviorisme dalam Belajar dan Pembelajaran

Teori-teori belajar dalam aliran behaviorisme
1.       Cennectionism (S-R Bond) menurut Edward Lee Thorndike
Koneksionisme merupakan teori yang paling awal dari rumpun behaviorisme.
2.       Classical Conditioning oleh Ivan Pavlov
Teori pengkondisia klasik merupakan perkembangan lebih lanjut dari teori koneksionisme.
3.       Teori belajar menurut Edwun Guthrie
Hukum belajar yang di hasilkan dari penyelidikan adalah law of contiguity atau hukum hubungan.
4.       Teori belajar menurut Clark Hull
Clark Hull adalah seorang behavioris yang amat terpengaruh oleh teori evolusi Charles Darwin.
5.       Operent Conditioning menurut B.F. Skinner
Teori ini di landasi oleh adanya penguatan (reinforcement).
6.       Teori belajar sosial (Social Learning) menurut Albert Bandura
Teori belajar sosial di sebut juga teori pembelajaran observasional, di kembangkan oleh albert Bandura.

Cara Mengidentifikasi Siswa

Mencari informasi tentang siswa dengan melakukan kegiatan berikut;
1.    Data dokumen hasil belajar siswa.
2.    Menganalisis absensi siswa didalam kelas.
3.     Mengadakan wawancara dengan siswa.
4. Menyebar angket untuk memperoleh data tentang permasalahan belajar.

5.  Tes untuk memperoleh data tentang kesulitan belajar atau permasalahan yang sedang dihadapi.

Sabtu, 14 Oktober 2017

LOGIKA MATEMATIKA

A.    Pengertian Logika Matematika
Logika matematika adalah sebuah cabang matematika yang merupakan gabungan dari ilmu logika dan ilmu matematika. Logika matematika akan memberikan landasan tentang bagaimana cara mengambil kesimpulan. Hal paling penting yang akan kalian dapatkan dengan mempelajari logika matematika adalah kemampuan dalam mengambil dan menentukan kesimpulan mana yang benar atau salah. Materi logika matematika yang akan dibahas kali ini adalah mengenai hukum logika matematika, tabel kebenaran, invers, konvers, kontraposisi dan penarikan kesimpulan.

B.     Hukum-hukum Logika Matematika
Hukum logika
1.      Hukum komutatif
p q ≡ q p
p q ≡ q p
2.      Hukum asosiatif
(p q) r ≡ p (q r)
(p q) r ≡ p (q r)
3.      Hukum distributif
p (q r) ≡ (p q) (p r)
p (q r) ≡ (p q) (p r)
4.      Hukum identitas
p B ≡ p
p S ≡ p
5.      Hukum ikatan
p S ≡ S
p B ≡ B
6.      Hukum negasi
p ~p ≡ S
p ~p ≡ B
7.      Hukum negasi ganda
~(~p) ≡ p
8.      Hukum idempotent
p p ≡ p
p p ≡ p
9.      Hukum De Morgan
~(p q) ≡ ~p ~q
~(p q) ≡ ~p ~q
10.  Hukum penyerapan
p (p q) ≡ p
p (p q) ≡ p
11.  Negasi B dan S
~B ≡ S
~S ≡ B
p → q ≡ ~p q

p ↔ q ≡ (~p q) (p ~q)

C. Tabel Kebenaran
Dalam logika matematika, tabel kebenaran adalah tabel dalam matematika yang digunakan untuk melihat nilai kebenaran dari suatu premis/pernyataan. Jika hasil akhir adalah benar semua (dilambangkan B, T, atau 1), maka disebut tautologi. Sedangkan jika salah semua (S, F, atau 0) disebut kontradiksi. Premis yang hasil akhirnya gabungan benar dan salah disebut kontingensi.

Tabel kebenaran untuk semua logikal operasi binary


P
Q
 0 
 1 
 2 
 3 
 4 
 5 
 6 
 7 
 8 
 9 
10
11
12
13
14
15
T
T
F
F
F

F
F
F
F
F
T
T
T
T
T
T
T
T
T
F
F
F
F
F
T
T
T
T
F
F
F
F
T
T
T
T
F
T
F
F
T
T
F
F
T
T
F
F
T
T
F
F
T
T
F
F
F
T
F
T
F
T
F
T
F
T
F
T
F
T
F
T

D. Konvers, Invers dan Kontraposisi
Konsep ini dapat diterapkan dalam sebuah pernyataan implikasi. Setiap pernyataan implikasi memiliki sifat Konvers, Invers dan Kontraposisi seperti yang ada pada gambar bawah ini:
·     Invers dari {\displaystyle p\to q}p→q adalah ~p → ~q
·     Konvers dari {\displaystyle p\to q} p→q adalah q → p
·     Kontraposisi dari {\displaystyle p\to q} p→q adalah ~q → ~p

E. Penarikan Kesimpulan
Penarikan kesimpulan
1.      Modus ponens

Premis 1: p → q
Premis 2: p
Kesimpulan: q
Contoh:
Jika saya makan di kelas maka saya minum di kelas. Saya makan di kelas. Apakah saya minum di kelas?
Solusi:
p q
p
 Maka kita bisa menarik kesimpulan q, yang artinya saya minum di kelas.
2.      Modus tollens
premis 1: p → q
premis 2: ~q
kesimpulan: ~p
Contoh:
Jika saya makan di kelas maka saya minum di kelas. Saya tidak minum di kelas. Apakah saya makan di kelas?
Solusi:
p q
¬q
Maka kita bisa menarik kesimpulan ¬p, yang artinya saya tidak makan di kelas.

3.      Silogisme
premis 1: p → q

premis 2: q → r
kesimpulan: p → r
Contoh:
Tidak ada pemalas yang sukses. Semua yang sukses sejahtera hidupnya. Jadi . . .
A. Sebagian pemalas tidak sukses.
B. Tidak ada pemalas yang sejahtera hidupnya.
C. Semua pemalas sukses.
D. Sebagian yang sejahtera hidupnya bukan pemalas.
E. Semua pemalas sejahtera hidupnya
Jawabannya:
Sebagian yang sejahtera hidupnya bukan pemalas (D)