Selasa, 30 September 2014

BIOGRAFI DHYO HAW

BIOGRAFI DHYO HAW

Anak Muda asal Kota Tangerang ini, Terlahir Dikota Yang terkenal kota industri yaitu Tangerang, Banten.
Pada tanggal 20 april 1993, terlahir seorang bayi yang berjenis kelamin laki laki dengan nama Dio prasetyo.
Lahir dari keluarga sederhana, dan dibesarkan oleh seorang kakek dan Ibunya . ayah dio meninggal sejak umur 5 tahun.

dio lahir dari Keluarga MILITER,  Kakek, Om dan ibunya seorang Aparat penegak hukum, namun bakat seni nya telah terlihat sejak masa kanak-kanak terutama di dalam bidang musik.

Mulai dari Taman Kanak-kanak (Tk)  mengikuti sekolah disatu sekolah musik namun tak kunjung lama.

Bertambahnya umur Dio kecil sama dengan anak anak seusianya. yaitu Bermain, Belajar tanpa adanya sela sela waktu untuk bermain musik pada kehidupan sehari hari pada saat itu, Namun Pada saat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Dio Mulai menyukai Jenis Jenis Musik dan mulai bermain alat alat musik ataupun mulai bernyanyi dengan teman satu sekolahnya,
selain bermusik hobby lain yang ditekuni oleh dio yaitu sepakbola,
pernah mengikuti Sekolah sepakbola atau ( SSB ) disalah satu SSB dikota tangerang, dan mengikuti Kegiatan diluar sekolah yaitu futsal.
dan mengikuti berbagai turnament - turnament.


Dio pun melanjutkan pendidikannya di sekolah Menengah Atas (SMA).
Dio memutuskan untuk memulai karier bermusiknya. akhirnya hobby menonton sepakbolapun ditinggalkannya, 

Seiring berjalannya waktu Setiap ada event Musik reggae ia mulai hadir dan melihat musisi - musisi reggae asal indonesia. ternyata banyak. dari bali , jogja sampai jakarta. 
 

Pada saat itulah ia termotifasi untuk  meneruskan hobby' bermain musiknya kembali. 
dan mulai membentuk Band reggae pada tahun 2008 ' dengan sekelompok teman teman dilingkungan rumahnya dan mulai untuk membuat sebuah lagu (yang kebetulan lagu ini masuk dalam album pertama dhyo haw) lagu pertama dibuat yaitu "CANTIK TAPI TAK MENARIK". 

Tapi Band itu tidak begitu lama pada tahun 2009 ia mulai berhenti bermusik karna menurunnya Kegiatan Belajarnya karena adanya musik , serta ketidaksetujunya KELUARGA dio untuk bermain musik. 

Namun, Gitar tak lepas dari keseharian dio.. siang, sore..maupun malam dio pasti sempatkan untuk bermain musik .. dan Proses pembuatan lagu tetap ia lakukan setiap hari..

Pada saat tahun 2010 sampai dengan 2011 Proses perkembangan musik reggae di Indonesia mulai pesat. Dan event ataupun acara reggae dimana mana mulai banyak, bahkan musisi reggae Luar negeri yaitu BIG MOUNTAIN datang ke indonesia pada tahun 2011 di "Reggae fest" . 

Suatu ketika hati dio terketuk untuk memulai lagi Hobbi bermusiknya. pada saat itu pula ia mulai bernyanyi diberbagai acara reggae didaerah tangerang dengan salah satu band reggae asal tangerang. Dari situlah dio mulai berfikir untuk membuat suatu gebrakan diblantika musik reggae indonesia dengan menjadikan lagu lagunya sebagai album pertamanya, namun kendalanya yaitu mengenai Biaya untuk proses bikin album, sehingga tak terlaksana  .

NAMUN SUATU KETIKA..

Pada tahun 2012, Kejutan ACARA Ulang tahun dio yang ke-19 tahun. Perempuan yang dekat dengan kehidupan dio Memberikan hadiah yang tak terduga. Suatu kotak kecil  Yang bertuliskan "maaf aku cuma bisa kasih RANGKAIAN KATA dan itulah hadiah yang aku kasih buat kamu...
?????????
dan ternyata rangkaian kata itu bertuliskan ..


dan pada saat itu pula yang terlintas dibenak dio yaitu bikin ALBUM,,,


DAN TERNYATA tuhan memberikan jalan melalui Sarah kekasih dio untuk membawa dio kestudio rekaman .

sekejap dio berfikir untuk membuat Project SOLO.
dengan sebagai penyanyi . dengan karya karyanya.
dengan nama  " DHYO HAW "

Akhirnya lagu pertama Yaitu TAK MAU DIGERAKAN yang juga single hits dialbum pertama dio itu adalah hadiah dari sang kekasih . dan itu pula yang menjadi awal karir dari dio.

setelah selesai.. REKAMAN Lagu pertama.. yang berjudul "TAK MAU DIGERAKAN".

dio langsung share lagu tersebut melalui jejaring sosial atau yang sering kita ketahui yaitu facebook, twitter, 4shared serta reverbnation.
Dan ternyata lagu TAK MAU DIGERAKAN tak diduga banyak sekali Masyarakat pecinta musik yang support dan yang dengar ataupun download  lagu tersebut..

Sehubungan dengan cepatnya progres lagu pertama,
Pada saat itu pula dio memutuskan untuk membuat Mini album yang berisi 5 lagu.. distudio yang sama . dan kebetulan distudio tersebut ada PAKET Rp. 2.000.000 "atau 2 juta 5 lagu + edit , mixing, mastering". disaat itu pula jalan pintas yang dio tempuh dengan menjual Playstation dirumahnya untuk biaya rekaman 5 lagu.
Seharga 2 juta rupiah , kepada temannya.
dan keesokan harinya, dio langsung kembali kestudio untuk membicarakan tentang Harga paket Studio rekaman  tersebut.
Dan ternyata ..
Proses pembuatan 5 lagu dikerjakan oleh Adit sebagai Operator studio, "pemain lead gitar dan bass. Dhani sebagai keyboardis, Dan keong , pajoy sejedewe, dan dio vokal. Membuat 5 lagu yaitu : LEBIH BAIK KAU DIAM, KECEWA , CANTIK TAPI TAK MENARIK, MAHALNYA KEPERCAYAAN. hingga selesai...
dan ternyata.. Lagi lagi sehubungan dengar keluarnya 5 lagu dio , banyak yang support karna lirik dan aransemen reggae yang berbeda , dengan di mix genre pop, jazz , serta rocksteady pada 5 lagu itu.
Dan syukur alhamdulilah , sekarang viewers lagu lagu dhyo hampir Plays 2,808,595 ribu orang..

BIOGRAFI IWAN FALS


BIOGRAFI IWAN FALS


Iwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan Listanto (lahir 3 September 1961 di Jakarta) adalah seorang penyanyi beraliran balada yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia. Lewat lagu-lagunya, Iwan menggambarkan suasana sosial kehidupan Indonesia (terutama Jakarta) di akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti lagu Wakil Rakyat dan Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya lagu Siang Seberang Istana dan Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti lagu Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya.


Lewat lagu-lagunya, ia memotret kehidupan dan sosial-budaya di akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti Wakil Rakyat, Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang Istana, Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya tetapi juga sejumlah pencipta lain.

Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olah raga.

Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia sangat dipuja oleh kaum 'akar rumput'. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar di seluruh Nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan seruan Oi. Yayasan ini mewadahi aktifitas para penggemar Iwan Fals. Hingga sekarang kantor cabang Oi dapat ditemui setiap penjuru Nusantara dan beberapa bahkan sampai ke mancanegara.

Perjalanan Hidup
Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, kemudian ikut saudaranya di Jeddah, Arab Saudi selama 8 bulan. Bakat musiknya makin terasah ketika ia berusia 13 tahun, di mana Iwan banyak menghabiskan waktunya dengan mengamen di Bandung. Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu. Ketika di SMP, Iwan menjadi gitaris dalama paduan suara sekolah.



Selanjutnya, datang ajakan untuk mengadu nasib di Jakarta dari seorang produser. Ia lalu menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul. Tapi album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen.

Setelah dapat juara di festival musik country, Iwan ikut festival lagu humor. Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama Pepeng, Krisna, Nana Krip dan diproduksi oleh ABC Records. Tapi juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kalangan
tertentu saja. Sampai akhirnya, perjalanan Iwan bekerja sama dengan Musica Studio. Sebelum ke Musica, Iwan sudah rekaman sekitar 4-5 album. Di Musica, barulah lagu-lagu Iwan digarap lebih serius. Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya ditangani oleh Willy Soemantri.

Iwan tetap menjalani profesinya sebagai pengamen. Ia mengamen dengan mendatangi rumah ke rumah, kadang di Pasar Kaget atau Blok M. Album Sarjana Muda ternyata banyak diminati dan Iwan mulai mendapatkan berbagai tawaran untuk bernyanyi. Kemudian sempat masuk televisi setelah tahun 1987. Waktu siaran acara Manasuka Siaran Niaga di TVRI, lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI. Ketika anak kedua Iwan, Cikal lahir tahun 1985, kegiatan mengamen langsung dihentikan.

Selama Orde Baru, banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat pemerintah, karena lirik-lirik lagunya yang kritis.

Saat bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI pada 1989, nama Iwan semakin meroket dengan mencetak hits Bento dan Bongkar yang sangat fenomenal. Perjalanan karir Iwan Fals terus menanjak ketika dia bergabung dengan Kantata Takwa pada 1990 yang di dukung penuh oleh pengusaha Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa saat itu sampai sekarang dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.

Keluarga
Iwan lahir di Jakarta pada 3 September 1961 dari pasangan Haryoso (ayah)(almarhum) dan Lies (ibu). Iwan menikahi Rosanna (Mbak Yos) dan mempunyai anak Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Basae, dan Rayya Rambu Robbani.

Galang mengikuti jejak ayahnya terjun di bidang musik. Walaupun demikian, musik yang ia bawakan berbeda dengan yang telah menjadi trade mark ayahnya. Galang kemudian menjadi gitaris kelompok Bunga dan sempat merilis satu album perdana menjelang kematiannya.

Nama Galang juga dijadikan salah satu lagu Iwan, berjudul Galang Rambu Anarki pada album Opini , yang bercerita tentang kegelisahan orang tua menghadapi kenaikan harga-harga barang sebagai imbas dari kenaikan harga BBM pada awal tahun 1981 yaitu pada hari kelahiran Galang (1 Januari 1981).

Nama Cikal sebagai putri kedua juga diabadikan sebagai judul album dan judul lagu Iwan Fals yang terbit tahun 1991.

Galang Rambu Anarki meninggal pada bulan April 1997 secara mendadak yang membuat aktifitas bermusik Iwan Fals sempat vakum selama beberapa tahun. Galang dimakamkan di pekarangan rumah Iwan Fals di desa Leuwinanggung Bogor Jawa Barat sekitar satu jam perjalanan dari Jakarta. Sepeninggal Galang, Iwan sering menyibukkan diri dengan melukis dan berlatih bela diri.

Pada tahun 2002 Iwan mulai aktif lagi membuat album setelah sekian lama menyendiri dengan munculnya album Suara Hati yang di dalamnya terdapat lagu Hadapi Saja yang bercerita tentang kematian Galang Rambu Anarki. Pada lagu ini istri Iwan Fals (Yos) juga ikut menyumbangkan suaranya.

Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar diseluruh nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang dinamakan Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan sebutan Oi. Yayasan ini mewadahi aktifitas para penggemar Iwan Fals.